Minggu, 14 Januari 2018

PENDIDIKAN SEKOLAH BERBASIS ISLAM (MAN 1 TANGERANG SELATAN)
Kamis, 28 Desember 2017-by: Tommy Saputra                                            

Assalaamu’alaikum wr.wb
          Pagi itu begitu cerah, kicauan burung yang terdengar begitu ramah berada di salah satu rangkai pepohonan di lingkungan sekitar rumah.
          Pada pagi itu saya bersiap-siap bergegas untuk melakukan observasi. Saya langsung menuju sekolah yang akan saya teliti. Sekolah tersebut bernama MAN Serpong. Dua tahun berlalu nama sekolah ini berubah manjadi MAN 1 Tangerang Selatan setelah bergantinya kepala sekolah. Sekolah ini berbasis Islami, karna para siswa/i dan seluruh dewan guru melakukan hal-hal yang berkaitan tentang Agama di sekolahnya. Sekolah ini memiliki gedung 2 lantai leter U yang berisikan kelas, aula, ruang kepala sekolah, ruang guru, mushola, kamar mandi, dan ruang yang lainnya.
          Saya termasuk alumni dari sekolah tersebut. Setelah saya lulus dari sekolah tersebut, ada beberapa terjadi perubahan, baik dari gedung sekolah, kegiatan belajar mengajar (KBM) maupun yang lainnya. Pada saat pagi itu jam 06.35 saya sampai sekolah, saya menyapa satpam penjaga sekolah tersebut. Ternyata satpam penjaga sekolah masih yang dulu, yaitu Mas Jono. Disaat itu saya berbincang dengan beliau mengenai kegiatan sekolah di MAN 1 Tangerang Selatan sekaligus menunggu bel tanda masuk berbunyi. Saya menanyakan tentang tata tertib yang ditetapkan dan kegiatan ekskul yang biasa dilakukan di sekolah setelah pulang sekolah. Beliau bercerita bahwa sistem tata tertib sekolah yang diterapkan sekarang lebih ditingkatkan, seperti siswa yang tidak mengikuti pelajaran ketika pembelajaran sedang berlangsung, maka siswa akan mendapatkan hukuman berupa surat perjanjian. Bagi mereka yang melanggar perjanjian tersebut maka wali murid akan dipanggil untuk menghadap kepala sekolah. Usai sudah perbincangan antara saya dan satpam sekolah tersebut. Bel tanda masuk pun telah terdengar pada jam 06.45, namun ketika bel sudah berbunyi masih ada beberapa siswa yang datang terlambat. Siswa terlambat tersebut mendapatkan hukuman akibat perbuatannya. Yang saya amati, siswa berbaris di tengah lapangan, dan diperintahkan untuk membersihkan halaman sekolah.
          Ketika siswa terlambat menjalankan hukumannya, saya pun melanjutkan aktivitas saya. Saya menuju kantin sekolah, karena pada saat itu seluruh siswa dan dewan guru memasuki kelasnya masing-masing. saya bertemu dengan Umi, yaitu seorang penjual jajanan di kantin tersebut. Saya menyapa dan berjabat tangan. Saya memesan minuman kepada Umi. Ketika bapak (suami Umi) membuatkan minuman, saya berbicara kepada Umi tentang manis pahitnya kehidupan dan perkembangan berjualan selama di kantin sekolah. Umi ini berjualan di kantin sudah sejak awal berdirinya sekolah MAN 1 Tangerang Selatan, dari berjualan di luar halaman sekolah sampai sekarang ini yang berada di dalam sekolah.
          Setelah usai membicarakan perbincangan tentang kehidupan Umi, terdengarlah bunyi bel kedua, yaitu bel pergantian pelajaran, yang berarti telah habis pelajaran jam pertama. Saya pun meninggalkan kantin dan menuju ruang guru. Ketika dilorong sekolah saya bertemu dengan Pak Drs. H. Ridwan Fahmi Lubis, beliau adalah kepada sekolah MAN 1 Tangerang Selatan. Saya menyapa beliau dan berjabat tangan dengan beliau, setelah berbincang sebentar dengan beliau, saya diajak untuk masuk ke ruangan beliau dan melanjutkan perbincangan tadi, saya bertanya tentang bagaimana perubahan sekolah setelah saya lulus sekolah. Beliau pun menceritakan tata tertib yang diterapkan sekolah. Pertama, yaitu siswa/i dianjurkan untuk tidak membawa motor, karena kebanyakn siswa belum memiliki SIM. Selajnutnya, bagi siswa/i yang terlambat akan dipulangkan kembali demi kedisiplinan para siswa/i untuk kedepannya. Setelah perbincangan anatara saya dan pak Ridwan selesai, saya meminta izin kepada beliau untuk melakukan observasi ke setiap kelas mengenai kegiatan belajar menagajar yang dilakukan dikelas masing-masing.
          Sekolah mempunyai 2 jurusan yang diterapkan , yaitu jurusan IPA dan IPS. Ketika itu ada 18 ruang kelas yang aktif dipakai untuk kegiatan belajar mengajar disekolah, 3 ruang untuk  kelas X jurusan IPA dan 4 ruang untuk jurusan IPS, 3 ruang untuk kelas XI jurusan IPA dan 3 ruang untuk jurusan IPS, dan 2 ruang untuk kelas XII jurusan IPA, dan 2 kelas untuk jurusan IPS. Yang pertama saya masuki yaitu kelas XII , karena saya ingin mengetahui perkembangan di kelas XII jurusan IPA mendekati UN. Saat saya ingin memauki kelas XII saya bertemu dengan guru pembimbing yang sedang mengajar di kelas tersebut. Saya menghampirinya dan berjabat tangan dengannya, lalu guru pembimbing itu bertanya kepada saya, ”kenapa dan ada apa gerangan masuk ke kelas saya?”. saya menjawab, “gini bu, saya ingin melakukan observasi untuk memenuhi tugas kuliah”. Sebelum melanjutkan perbincangan, saya diperintahkan oleh guru pembimbing tersebut untuk memperhatikan dan ikut serta dalam pelajaran agar lebih mudah dalam melakukan observasi.
          Posisi duduk di sekolah ini dipisah anrata laki-laki dan perempuan, laki-laki barisan sebelah kanan dan perempuan barisan sebelah kiri. Tergantung kepada kesepakatan para penghuni kelas tersebut. Saya memperhatikan gaya bahasa dan cara mengajar guru tersebut cukup bagus, karena menurut saya apa yang telah diajarkan kepada siswanya dapat mudah dimengerti. Guru tersebut memakai metode yaitu dengan memberi materi, dan para siswanya memperaktikan apa yang sudah diajarkan. Setelah saya mengikuti secara langsung, ternyata mata pelajaran yang sedah dijalankan yaitu pelajaran Fisika. Sebelum pelajaran usai saya diberikan kesempatan untuk berbicara di depan para siswa/i. Di saat posisi ini saya merasa gugup, karna saya bingung apa yang harus saya bicarakan. Akhirnya saya berbicara tentang tugas perkuliahan saya dan menceritakan pula bahwa saya adalah salah satu alumni sekolah MAN 1 Tangerang Selatan ini. Para siswa/i ternyata sudah mengetahui bahwa saya adalah alumni dari sekolah tersebut. Mereka mengetahui karna pada saat saya masih menduduki sekolah terebut, saya adalah salah satu orang yang aktif dalam bidang kerohisan. Ketika saya masih berbicara di depan para siswa/i, bunyilah sudah suara bel kedua, yaitu telah berakhirnya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dan para siswa/i pun beristirahat pada jam 10.00 WIB.
          Saya pun bergegas untuk melakukan observasi lain. Saya menuju Mushola. Ternyata ada beberapa siswa dan siswi yang melakukan atau melaksanakan sholat sunnah Duha. Sebelum saya bertanya kepada para siswa/i, saya memperhatikan dan berfikir ternyta sekolah ini memang sangat dijalankan masalah keagamaannya. Ketika saya melihat banyak siswa/i yang melaksanakan sholat Duha, saya pun ikut melaksanakan sholat sunnah Duha. Saya berwudlu dan memasuki Mushola. Ketika saya melaksanakan sholat, telinga saya mendengar ada beberapa siswa/i yang sedang membaca Al-Qur’an.  Setelah saya sholat dan berdo’a, saya menghampiri salah satu siswa untuk bertanya. Terjadilah perbincangan antara saya dan siswa tersebut, siswa tersebut bernama Yudha.
Saya: “Assalamu’alaikum dek, kaka ingin bertanya sesuatu kepada kamu”
Yudha: “Wa’alaikumussalam Kak, ini Kak tommy ya?, Gimana kabarnya kak?”
Saya: “Ko kamu tau nama Kaka?, Alhamdulillah Kaka baik, kamu gimana kabarnya?”
Yudha: “Iyalah Ka saya tau, kan Kaka senior saya. Alhamdulillah ka saya juga baik. Kaka ada kepentingan apa datang ke sekolah?”
          Singkat cerita perbincangan antara saya dan Yudha, Yudha adalah siswa kelas XII yang tadi sedang membaca Al-Qur’an. Saya pun bertanya, surat apa yang tadi dibaca dan kenapa membaca surat itu, ternyata ia membacakan surat Al-Mulk dan ia mengatakan bahwa dirinya sedang takrir hafalan, dan ia pun meberitahukan kepada saya bahwa dia adalah salah satu siswa yang ikut ekskul Tahfiz.
          Pada saat itu saya semakin kagum dengan sekolah MAN 1 Tangerang Selatan ini, karena pada bidang ekskulnya terdapat juga ekskul Tahfiz Qur’an.
          Perbincangan anatar saya dengan Yudha pun usai sudah. Kembali terdengar kembali suara bel berbunyi menunjukan bahwa kelas telah masuk kembali pada pelajaran ketiga. Saya pun kembali ke kantin untuk beristirahat dan makan siang.
          Makan siang pun sudah selesai, saya melanjutkan kembali observasi, saya bertemu dengan salah satu guru yang ingin memasuki kelas yg akan ditujunya. Guru tersebut adalah guru honor yang mengajar bimble berasal dari MAN Insan Cendikia Serpong yang bernama Adrian, yaitu guru bimble matematika. Saya bertanya kepadanya tentang bagaimana kegiatan di MAN 1 Tangerang Selatan yang berbasis Islam ini. Saya pun berbincang dengannya.
Saya: “ Assalamu’alaikum Pak”
Pak Adrian: “Wa’alaikumusslam, ada apa?”
Saya: “Begini Pak, saya sedang melakukan tugas saya tentang observasi, saya termasuk salah satu alumni dari sekolah ini, saya ingin bertanya kepada bapak tentang kegiatan sehari-hari di MAN 1 Tangerang Selatan ini”
Pak Adrian: “Ouh gitu, apa yang akan kamu tanyakan?”
Saya: “Sejak kapan Bapak mulai menjadi guru bimble di sini, dan bagaimana menurut Bapak tentang kegiatan sehari-hari siswa dan guru di sini?”
Pak Adrian: “Saya menjadi guru bimble di sini sejak awal semester 1 dimulai. Saya menjadi guru bimble untuk kelas XII saja. Saya sangat menyukai kegiatan-kegiatan di sini, siswa/i yang ramah terhadap lingkungan dan juga kepada guru. Semenjak saya mengajar di salah satu sekolah, saya merasakan ada banyak perbedaan di sini, walaupun di sini bukan pesantren, akan tetapi lingkungan yang saya rasakan seperti berada di dalam pesantren. Di sini juga saya dapat belajar dari guru, bahkan siswa/i yang istiqomah melaksanakan kewajiban dan sunah-Nya. Banyak berbagai ekskul yang diterapkan di sekolah ini, namun ada yang unik, seperti Tahfiz Qur’an dan Tilawah. Saya belum menemukan kegiatan ekskul ini disekolah-sekolah lain, kecuali di MAN Insan Cendikia dan MAN 1 Tangerang Selatan ini”
Saya: “Oh gitu pak. Terimakasih atas jawaban yang Bapak sampaikan, jawaban Bapak sangat membantu saya dalam menyelesaikan tugas observasi ini. Mohon maaf Pak apabila perbincangan saya, kegiatan dan waktu Bapak menjadi terganggu.. Wassalamu’alaikum”
Pak Adrian: “Wa’alaikumussalam. Sama-sama, semoga kamu mendapatkan nilai yag memuaskan, dan mudah-mudahan kamu selalu diberikan kemudahan dalam mejalankan tugas-tugas kuliah yang kamu hadapi”.
          Usai sudah perbincangan antara saya dengan Pak Adrian sebagai guru bimble di MAN 1 Tangerang Selatan ini. Setelah berbincang dengan Pak Adrian, saya memutuskan untuk meninggalkan sekolah sambil menunggu waktu adzan Zuhur. Saya menuju rumah teman saya di dekat sekolah MAN 1 Tangerang selatan ini, yaitu di kampung Kademangan.
          Singkat waktu, telah terdengar suara adzan Zuhur berkumandang. Saya pun langsung berbegas untuk kembali ke sekolah tersebut untuk melaksanakan sholat Zuhur di sekolah MAN 1 Tangerang selatan bersama siswa/i dan para guru.
          Pada saat dikumandangkannya adzan zuhur, saya melihat siswa yang mengumandangkan adzan zuhur tersebut. Saya pun penasaran kenapa seorang siswa yang mengumandangkan adzan itu. Saya menemui seorang guru yang telah berwudlu. Saya menanyakan sesuatu yang berkaitan dengan pelaksanaan sholat zuhur tersebut. Saya tidak menanyakan siapa nama guru itu, saya langsung menanyakan apa yang saya ingin tanyakan tadi yang membuat saya penasaran itu. Ternyata benar firasat saya pada  setiap waktu pelaksanaan sholat Zuhur, ada beberapa jadwal yang ditetapkan, mulai dari jadwal adzan, imam, membaca do’a, dan memimpin pembacaan surat-surat juz ke-30.
          Ba’da sholat zuhur, saya pun pulang kerumah. Jadwal sebenarnya, ketika hari kamis siswa/i pulang jam 15.30. Akan tetapi saya pulang terlebih dahulu, karena besok harinya saya akan melakukan observasi kedua.
          Singkat cerita, saya pun melakukan observasi kedua yaitu pada hari Jum’at 29 Desember 2017. Sebenarnya pada hari ini saya masuk kuliah untuk mengikuti program Tahfiz, akan tetapi saya pada hari itu ingin menyelesaikan tugas observasi. ketika hari itu, seluruh siswa mengenakan pakain berseragaman yang biasa dipakain di hari jum’at, yaitu dengan baju putih celana hitam (laki-laki) atau rok hitam (perempuan) dan jilbab putih yang digunakan oleh siswinya. Pada observasi hari kedua ini, saya memulai dari setelah para siswa/i istirahat. Pada saat istirahat saya berada di Mushola yang bertempat di depan halaman sekolah MAN 1 Tangerang Selatan, Mushola ini milik warga setempat. Ketika saya terbaring di dalam Mushola itu, saya pun mendengar bunyi suara bel sekolah bahwasannya jam istirahat telah usai, saya memasuki gerbang sekolah dan meminta ijin kepada Mas Jono untuk melakukan observasi yang kedua. Pada saat ini, sambil menunggu waktu sholat Jum’at, saya meninkmati lingkungan sekolah yang bersih serta sehat. Saya mengambil beberapa gambar untuk saya jadikan dokumentasi.
          Menikmati lingkungan pun sudah selesai, waktu hampir memasuki adzan sholat Jum’at saya pun menuju ke tempat wudlu dan mempersiapkan diri untuk melaksanakan sholat Jum’at. Seperti yang dikatakan guru kemarin pada hari kamis, ternyata adzan, khotib, dan imim juga adalah tugas siswa MAN 1 Tangerang selatan. Saya semakin kagum dengan adanya kegiatan seperti ini.
          Ada yang lebih menakjubkan lagi dari itu, ba’da sholat Jum’at seluruh siswa/i MAN 1 Tangerang Selatan mengikuti kegiatan yang bernama Muhadoroh. Kegiatan ini dilakukan rutin pada setiap ba’da sholat jum’at. Pada kegiatan ini seluruh kelas dari kelas  X-XII, jadwalnya digilir setiap minggunya. Ada yang ditugaskan sebagai MC, tilawah, ceramah, serta do’a.
          Pada saat itu saya sangat merasakan kegembiraan, saya berada ditengah-tengah para siswa/i, mereka berseru-seru ketika kegiatan muhadoroh itu berlangsung. Usai sudah acara muhadoroh yang dilakukan oleh seluruh siswa, saya pun segera menemui kepala sekola MAN 1 Tangerang Selatan kembali untuk mengucapkan terimakasih atas diijinkannya melakukan tugas observasi.
          Ketika saya melihat dari jendela ruang kepala sekolah, terlihat ada Bapak Drs.H. Ridwan Fahmilubis, lalu saya mengetuk pintu dan beliau membukakan pintu tersebut, saya pun memasukinya. Ketika saya mengucapkan terimakasih atas izin yang sudah diberikan, saya diberikan amanah oleh beliau untuk mengisi khutbah di sekolah MAN 1 Tangerang Selatan setiap 1 tahun sekali.
          Sebelum saya meninggalkan sekolah, saya menemui Umi, ingin memberitahukan bahwa tugas observasi saya sudah selesai sekaligus ijin pamit kepada seluruh pedagang kantin. Lalu saya menuju parkiran dan menemui Mas Jono untuk mengucapkan terimakasih atas diijinkannya saya memasuki sekolah MAN 1 Tangerang Selatan dan sudah menjaga kendaraan saya dengan baik tanpa pamrih.
          Akhir cerita saya pun beranjak pulang kerumah. Selesai sudah tugas observasi saya di sekolah MAN 1 Tangerang Selatan.
          Demikianlah tugas observasi yang dapat saya lakukan di MAN 1 Tangerang Selatan. Mungkin hanya ini yang dapat saya paparkan, apabila ada kesalahan dalam penulisan mohon dibukakan pintu maaf yang seluas-luasnya. Saya mengucapkan terimakasih.
Wassalaamu’alaikum wr.wb                                       


                                                                       





                                                                                Tagerang selatan, Kamis, 11 Januari 2018
peneliti

                                                                                 Tommy Saputra