PENDIDIKAN
SEKOLAH BERBASIS ISLAM (MAN 1 TANGERANG SELATAN)
Kamis,
28 Desember 2017-by: Tommy Saputra
Assalaamu’alaikum
wr.wb
Pagi itu begitu cerah, kicauan burung yang terdengar begitu
ramah berada di salah satu rangkai pepohonan di lingkungan sekitar rumah.
Pada pagi itu saya bersiap-siap bergegas untuk melakukan
observasi. Saya langsung menuju sekolah yang akan saya teliti. Sekolah tersebut
bernama MAN Serpong. Dua tahun berlalu nama sekolah ini berubah manjadi MAN 1
Tangerang Selatan setelah bergantinya kepala sekolah. Sekolah ini berbasis
Islami, karna para siswa/i dan seluruh dewan guru melakukan hal-hal yang
berkaitan tentang Agama di sekolahnya.
Sekolah ini memiliki gedung 2 lantai leter U yang berisikan kelas, aula, ruang
kepala sekolah, ruang guru, mushola, kamar mandi, dan ruang yang lainnya.
Saya termasuk alumni dari sekolah tersebut. Setelah saya
lulus dari sekolah tersebut, ada beberapa terjadi perubahan, baik dari gedung
sekolah, kegiatan belajar mengajar (KBM) maupun yang lainnya. Pada saat pagi
itu jam 06.35 saya sampai sekolah, saya menyapa satpam penjaga sekolah
tersebut. Ternyata satpam penjaga sekolah masih yang dulu, yaitu Mas Jono.
Disaat itu saya berbincang dengan beliau mengenai kegiatan sekolah di MAN 1
Tangerang Selatan sekaligus menunggu bel tanda masuk berbunyi. Saya menanyakan
tentang tata tertib yang ditetapkan dan kegiatan ekskul yang biasa dilakukan di
sekolah setelah pulang sekolah. Beliau bercerita bahwa sistem tata tertib
sekolah yang diterapkan sekarang lebih ditingkatkan, seperti siswa yang tidak
mengikuti pelajaran ketika pembelajaran sedang berlangsung, maka siswa akan
mendapatkan hukuman berupa surat perjanjian. Bagi mereka yang melanggar
perjanjian tersebut maka wali murid akan dipanggil untuk menghadap kepala
sekolah. Usai sudah perbincangan antara saya dan satpam sekolah tersebut. Bel
tanda masuk pun telah terdengar pada jam 06.45, namun ketika bel sudah berbunyi
masih ada beberapa siswa yang datang terlambat. Siswa terlambat tersebut
mendapatkan hukuman akibat perbuatannya. Yang saya amati, siswa
berbaris di tengah lapangan, dan diperintahkan untuk membersihkan halaman
sekolah.
Ketika siswa terlambat menjalankan hukumannya, saya pun
melanjutkan aktivitas saya. Saya menuju kantin sekolah, karena pada saat itu
seluruh siswa dan dewan guru memasuki kelasnya masing-masing. saya bertemu
dengan Umi, yaitu seorang penjual jajanan di kantin tersebut. Saya menyapa dan
berjabat tangan. Saya memesan minuman kepada Umi. Ketika bapak (suami Umi)
membuatkan minuman, saya berbicara kepada Umi tentang manis pahitnya kehidupan
dan perkembangan berjualan selama di kantin sekolah. Umi ini berjualan di
kantin sudah sejak awal berdirinya sekolah MAN 1 Tangerang Selatan, dari
berjualan di luar halaman sekolah sampai sekarang ini yang berada di dalam
sekolah.
Setelah usai membicarakan perbincangan tentang kehidupan Umi,
terdengarlah bunyi bel kedua, yaitu bel pergantian pelajaran, yang berarti
telah habis pelajaran jam pertama. Saya pun meninggalkan kantin dan menuju ruang
guru. Ketika dilorong sekolah saya bertemu dengan Pak Drs. H. Ridwan Fahmi
Lubis, beliau adalah kepada sekolah MAN 1 Tangerang Selatan. Saya menyapa beliau dan
berjabat tangan dengan beliau, setelah berbincang sebentar dengan beliau, saya
diajak untuk masuk ke ruangan beliau dan melanjutkan perbincangan tadi, saya
bertanya tentang bagaimana perubahan sekolah setelah saya lulus sekolah. Beliau
pun menceritakan tata tertib yang diterapkan sekolah. Pertama, yaitu siswa/i
dianjurkan untuk tidak membawa motor, karena kebanyakn siswa belum memiliki
SIM. Selajnutnya, bagi siswa/i yang terlambat akan dipulangkan kembali demi
kedisiplinan para siswa/i untuk kedepannya. Setelah perbincangan anatara saya
dan pak Ridwan selesai, saya meminta izin kepada beliau untuk melakukan
observasi ke setiap kelas mengenai kegiatan belajar menagajar yang dilakukan
dikelas masing-masing.
Sekolah mempunyai 2 jurusan yang diterapkan , yaitu jurusan
IPA dan IPS. Ketika itu ada 18 ruang kelas yang aktif dipakai untuk kegiatan
belajar mengajar disekolah, 3 ruang untuk kelas X jurusan IPA dan 4 ruang untuk jurusan
IPS, 3 ruang untuk kelas XI jurusan IPA dan 3 ruang untuk jurusan IPS, dan 2
ruang untuk kelas XII jurusan IPA, dan 2 kelas untuk jurusan IPS. Yang pertama
saya masuki yaitu kelas XII , karena saya ingin mengetahui perkembangan di
kelas XII jurusan IPA mendekati UN. Saat saya ingin memauki kelas XII saya
bertemu dengan guru pembimbing yang sedang mengajar di kelas tersebut. Saya
menghampirinya
dan berjabat tangan dengannya, lalu guru pembimbing itu bertanya kepada saya,
”kenapa dan ada apa gerangan masuk ke kelas saya?”. saya menjawab, “gini bu,
saya ingin melakukan observasi untuk memenuhi tugas kuliah”. Sebelum
melanjutkan perbincangan, saya diperintahkan oleh guru pembimbing tersebut
untuk memperhatikan dan ikut serta dalam pelajaran agar lebih mudah dalam
melakukan observasi.
Posisi duduk di sekolah ini dipisah anrata laki-laki dan
perempuan, laki-laki barisan sebelah kanan dan perempuan barisan sebelah kiri. Tergantung
kepada kesepakatan para penghuni kelas tersebut. Saya memperhatikan gaya bahasa
dan cara mengajar guru tersebut cukup bagus, karena menurut saya apa yang telah
diajarkan kepada siswanya dapat mudah dimengerti. Guru tersebut memakai metode yaitu
dengan memberi materi, dan para siswanya memperaktikan apa yang sudah
diajarkan. Setelah saya mengikuti secara langsung, ternyata mata pelajaran yang
sedah dijalankan yaitu pelajaran Fisika. Sebelum pelajaran usai saya diberikan
kesempatan untuk berbicara di depan para siswa/i. Di saat posisi ini saya
merasa gugup, karna saya bingung apa yang harus saya bicarakan. Akhirnya saya
berbicara tentang tugas perkuliahan saya dan menceritakan pula bahwa saya
adalah salah satu alumni sekolah MAN 1 Tangerang Selatan ini. Para siswa/i
ternyata sudah mengetahui bahwa saya adalah alumni dari sekolah tersebut.
Mereka mengetahui karna pada saat saya masih menduduki sekolah terebut, saya
adalah salah satu orang yang aktif dalam bidang kerohisan. Ketika saya masih
berbicara di depan para siswa/i, bunyilah sudah suara bel kedua, yaitu telah
berakhirnya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dan para siswa/i pun beristirahat
pada jam 10.00 WIB.
Saya pun bergegas untuk melakukan observasi lain. Saya
menuju Mushola. Ternyata ada beberapa siswa dan siswi yang melakukan atau melaksanakan sholat sunnah
Duha. Sebelum saya bertanya kepada para siswa/i, saya memperhatikan dan
berfikir ternyta sekolah ini memang sangat dijalankan masalah keagamaannya. Ketika saya melihat banyak siswa/i yang melaksanakan
sholat Duha, saya pun ikut melaksanakan sholat sunnah Duha. Saya berwudlu dan
memasuki Mushola. Ketika saya melaksanakan sholat, telinga saya mendengar ada
beberapa siswa/i yang sedang membaca Al-Qur’an.
Setelah saya sholat dan berdo’a, saya menghampiri salah satu siswa untuk
bertanya. Terjadilah perbincangan antara saya
dan siswa tersebut, siswa tersebut bernama Yudha.
Saya: “Assalamu’alaikum
dek, kaka ingin bertanya sesuatu kepada kamu”
Yudha: “Wa’alaikumussalam
Kak, ini Kak tommy ya?, Gimana kabarnya kak?”
Saya: “Ko kamu tau nama
Kaka?, Alhamdulillah Kaka baik, kamu gimana kabarnya?”
Yudha: “Iyalah Ka saya
tau, kan Kaka senior saya. Alhamdulillah ka saya juga baik. Kaka ada
kepentingan apa datang ke sekolah?”
Singkat cerita perbincangan antara saya dan Yudha, Yudha
adalah siswa kelas XII yang tadi sedang membaca Al-Qur’an. Saya pun bertanya,
surat apa yang tadi dibaca dan kenapa membaca surat itu, ternyata ia membacakan
surat Al-Mulk dan ia mengatakan bahwa dirinya sedang takrir hafalan, dan ia pun
meberitahukan kepada saya bahwa dia adalah salah satu siswa yang ikut ekskul
Tahfiz.
Pada saat itu saya semakin kagum dengan sekolah MAN 1
Tangerang Selatan ini, karena
pada bidang ekskulnya terdapat juga ekskul Tahfiz Qur’an.
Perbincangan anatar saya dengan Yudha pun usai sudah.
Kembali terdengar kembali suara bel berbunyi menunjukan bahwa kelas telah masuk
kembali pada pelajaran ketiga. Saya pun kembali ke kantin untuk beristirahat
dan makan siang.
Makan siang pun sudah selesai, saya melanjutkan
kembali observasi, saya bertemu dengan salah satu guru yang ingin memasuki
kelas yg akan ditujunya. Guru tersebut adalah guru honor yang mengajar bimble
berasal dari MAN Insan Cendikia Serpong yang bernama Adrian, yaitu guru bimble
matematika. Saya bertanya kepadanya tentang bagaimana kegiatan di MAN 1
Tangerang Selatan yang berbasis Islam
ini. Saya pun berbincang dengannya.
Saya: “ Assalamu’alaikum
Pak”
Pak Adrian:
“Wa’alaikumusslam, ada apa?”
Saya: “Begini Pak, saya
sedang melakukan
tugas saya tentang observasi, saya termasuk salah satu alumni dari sekolah ini,
saya ingin bertanya kepada
bapak tentang kegiatan sehari-hari di MAN 1 Tangerang Selatan ini”
Pak Adrian: “Ouh gitu,
apa yang akan kamu tanyakan?”
Saya: “Sejak kapan Bapak
mulai menjadi guru bimble di sini, dan bagaimana menurut Bapak tentang kegiatan
sehari-hari siswa dan guru di sini?”
Pak Adrian: “Saya menjadi
guru bimble di sini sejak awal semester 1 dimulai. Saya menjadi guru bimble
untuk kelas XII saja. Saya sangat menyukai kegiatan-kegiatan di sini, siswa/i
yang ramah terhadap lingkungan dan juga kepada guru. Semenjak saya mengajar di
salah satu sekolah, saya merasakan ada banyak perbedaan di sini, walaupun di
sini bukan pesantren, akan tetapi lingkungan yang saya rasakan seperti berada
di dalam pesantren. Di sini juga saya dapat belajar dari guru, bahkan siswa/i
yang istiqomah melaksanakan kewajiban dan sunah-Nya. Banyak berbagai ekskul
yang diterapkan di sekolah ini, namun ada yang unik, seperti Tahfiz Qur’an dan
Tilawah. Saya belum menemukan kegiatan ekskul ini disekolah-sekolah lain,
kecuali di MAN Insan Cendikia dan MAN 1 Tangerang Selatan ini”
Saya: “Oh gitu pak.
Terimakasih atas jawaban yang Bapak sampaikan, jawaban Bapak sangat membantu
saya dalam menyelesaikan tugas observasi ini. Mohon maaf Pak apabila
perbincangan saya, kegiatan dan waktu Bapak menjadi terganggu..
Wassalamu’alaikum”
Pak Adrian: “Wa’alaikumussalam.
Sama-sama, semoga kamu mendapatkan nilai yag memuaskan, dan mudah-mudahan kamu
selalu diberikan kemudahan dalam mejalankan tugas-tugas kuliah yang kamu
hadapi”.
Usai sudah perbincangan antara saya dengan Pak Adrian
sebagai guru bimble di MAN 1 Tangerang Selatan ini. Setelah berbincang dengan
Pak Adrian, saya memutuskan untuk meninggalkan sekolah sambil menunggu waktu
adzan Zuhur. Saya menuju rumah teman saya di dekat sekolah MAN 1 Tangerang
selatan ini, yaitu di kampung Kademangan.
Singkat waktu, telah terdengar suara adzan Zuhur
berkumandang. Saya pun langsung berbegas untuk kembali ke sekolah tersebut untuk
melaksanakan sholat Zuhur di sekolah MAN 1 Tangerang selatan bersama siswa/i
dan para guru.
Pada saat dikumandangkannya adzan zuhur, saya melihat siswa
yang mengumandangkan adzan zuhur tersebut. Saya pun penasaran kenapa seorang
siswa yang mengumandangkan adzan itu. Saya menemui seorang guru yang telah
berwudlu. Saya menanyakan sesuatu yang berkaitan dengan pelaksanaan sholat
zuhur tersebut. Saya tidak menanyakan siapa nama guru itu, saya langsung
menanyakan apa yang saya ingin tanyakan tadi yang membuat saya penasaran itu. Ternyata
benar firasat saya pada setiap waktu
pelaksanaan sholat Zuhur, ada beberapa jadwal yang ditetapkan, mulai dari
jadwal adzan, imam, membaca do’a, dan memimpin pembacaan surat-surat juz ke-30.
Ba’da sholat zuhur, saya pun pulang kerumah. Jadwal
sebenarnya, ketika hari kamis siswa/i pulang jam 15.30. Akan tetapi saya pulang
terlebih dahulu, karena besok harinya saya akan melakukan observasi kedua.
Singkat cerita, saya pun melakukan observasi kedua yaitu
pada hari Jum’at 29 Desember 2017. Sebenarnya pada hari ini saya masuk kuliah
untuk mengikuti program Tahfiz, akan tetapi saya pada hari itu ingin
menyelesaikan tugas observasi. ketika hari itu, seluruh siswa mengenakan pakain
berseragaman yang biasa dipakain di hari jum’at, yaitu dengan baju putih celana
hitam (laki-laki) atau rok hitam (perempuan) dan jilbab putih yang digunakan
oleh siswinya. Pada observasi hari kedua ini, saya memulai dari setelah para
siswa/i istirahat. Pada saat istirahat saya berada di Mushola yang bertempat di
depan halaman sekolah MAN 1 Tangerang Selatan, Mushola ini milik warga
setempat. Ketika saya terbaring di dalam Mushola itu, saya pun mendengar bunyi
suara bel sekolah bahwasannya jam istirahat telah usai, saya memasuki gerbang
sekolah dan meminta ijin kepada Mas Jono untuk melakukan observasi yang kedua.
Pada saat ini, sambil menunggu waktu sholat Jum’at, saya meninkmati lingkungan
sekolah yang bersih serta sehat. Saya mengambil beberapa gambar untuk saya
jadikan dokumentasi.
Menikmati lingkungan pun sudah selesai, waktu hampir
memasuki adzan sholat Jum’at saya pun menuju ke tempat wudlu dan mempersiapkan
diri untuk melaksanakan sholat Jum’at. Seperti yang dikatakan guru kemarin pada
hari kamis, ternyata adzan, khotib, dan imim juga adalah tugas siswa MAN 1
Tangerang selatan. Saya semakin kagum dengan adanya kegiatan seperti ini.
Ada yang lebih menakjubkan lagi dari itu, ba’da sholat
Jum’at seluruh siswa/i MAN 1 Tangerang Selatan mengikuti kegiatan yang bernama Muhadoroh. Kegiatan ini dilakukan rutin
pada setiap ba’da sholat jum’at. Pada kegiatan ini seluruh kelas dari
kelas X-XII, jadwalnya digilir setiap
minggunya. Ada yang ditugaskan sebagai MC, tilawah, ceramah, serta do’a.
Pada saat itu saya sangat merasakan kegembiraan, saya
berada ditengah-tengah para siswa/i, mereka berseru-seru ketika kegiatan
muhadoroh itu berlangsung. Usai sudah acara muhadoroh yang dilakukan oleh
seluruh siswa, saya pun segera menemui kepala sekola MAN 1 Tangerang Selatan
kembali untuk mengucapkan terimakasih atas diijinkannya melakukan tugas
observasi.
Ketika saya melihat dari jendela ruang kepala sekolah,
terlihat ada Bapak Drs.H. Ridwan Fahmilubis, lalu saya mengetuk pintu dan
beliau membukakan pintu tersebut, saya pun memasukinya. Ketika saya mengucapkan
terimakasih atas izin yang sudah diberikan, saya diberikan amanah oleh beliau
untuk mengisi khutbah di sekolah MAN 1 Tangerang Selatan setiap 1 tahun sekali.
Sebelum saya meninggalkan sekolah, saya menemui Umi, ingin
memberitahukan bahwa tugas observasi saya sudah selesai sekaligus ijin pamit
kepada seluruh pedagang kantin. Lalu saya menuju parkiran dan menemui Mas Jono untuk mengucapkan
terimakasih atas diijinkannya saya memasuki sekolah MAN 1 Tangerang Selatan dan
sudah menjaga kendaraan saya dengan baik tanpa pamrih.
Akhir cerita saya pun beranjak pulang kerumah. Selesai
sudah tugas observasi saya di sekolah MAN 1 Tangerang Selatan.
Demikianlah tugas observasi yang dapat saya lakukan di MAN 1
Tangerang Selatan. Mungkin hanya ini yang dapat saya paparkan, apabila ada
kesalahan dalam penulisan mohon dibukakan pintu maaf yang seluas-luasnya. Saya
mengucapkan terimakasih.
Wassalaamu’alaikum wr.wb
Tagerang selatan, Kamis, 11 Januari 2018
peneliti
Tommy Saputra
Tidak ada komentar:
Posting Komentar